Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
  • Sudahkah Kalian Melihat Foto Saat-Saat Akhir Hachiko?

    Siapa yang tidak tahu Hachiko? Kisah anjing yang sangat setia pada pemiliknya ini menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia. Tidak cukup dengan patung untuk memperingati kesetiannya di Jepang, kisah Hachiko masih terus berulang kali diceritakan ulang, baik melalui cerita literatur sampai film Hollywood.

     "iiii unyuuu >.<"

    Kisah Hachiko tidak lain dan tidak bukan adalah tentang kesetiannya yang tetap menunggu sang majikan yang seorang Profesor di Universitas Tokyo pulang tiap hari di stasiun Shibuya, tempat dimana Hachiko dikenang hingga saat ini dengan patung memorabilianya. Hachiko tetap dengan loyal dan setia menunggu sang majikan pulang tiap hari selama 10 tahun, meskipun sang majikan tidak pernah pulang lagi sejak satu hari di tahun 1925 dimana sang majikan meninggal karena perdarahan otak.

    Hari tiap hari tanpa kenal lelah, Hachiko tetap menunggu sang majikan di stasiun yang sama. Kisah ini menggugah simpati dan perhatian masyarakat yang pada waktu itu tiap hari ikut menemani Hachiko dan memberinya makanan. Sampai pada suatu hari Hachiko ditemukan wafat tepat di tempat dimana ia biasa menunggu sang majikan. Hachiko tetap setia menunggu bahkan menjelang ajalnya sendiri. Selama 10 tahun hingga wafat, Hachiko tetap menunggu majikannya pulang tiap hari.


    Foto diatas adalah foto terakhir Hachiko tepat sebelum ia dimakamkan. Ditemani dengan penuh duka oleh istri sang majikan dan staff stasiun yang tiap hari melihat cerminan kesetiaan Hachiko yang sekarang telah pergi menyusul sang majikan setelah menunggu 10 tahun lamanya.

    Kisah Hachiko hingga saat ini masih merupakan cerminan kesetiaan tertinggi yang dapat ditunjukkan seseorang. Patung Hachiko masih tetap dapat dilihat di stasiun Shibuya hingga kini dan beberapa waktu lalu Richard Gere juga membintangi film adaptasi Hollywood akan kisah Hachiko yang berjudul sama.

     Seekor anjing, tapi kisahnya adalah sebuah teladan bagi kita semua. Kisah Hachiko akan terus diceritakan untuk waktu yang sangat lama di masa depan.
  • Aka Manto, hantu berjubah merah dari Jepang

    sekali-sekali, mau share tentang Urban Legend yang horror ah :D biar gak bosen ^^ selamat menikmati hehe

    Aka Manto (Red Cloak), juga dikenal sebagai Red Mantle, Red Vest, atau Red Cape, adalah hantu dari Jepang yang menghantui toilet para gadis. Dia muncul mengenakan jubah merah dan topeng putih dan dikatakan begitu mempesona hingga para gadis tak bisa menahan godaannya.

    Aka Manto bersembunyi di jajaran terakhir toilet para gadis, dan jika kalian memasukinya, dia akan muncul dan bertanya “Mana yang kamu pilih, jubah merah atau jubah biru?”

    Jika kalian menjawab merah, dia akan menggorok leher kalian atau memotong kepala kalian dan darah akan mengalir ke punggung kalian sehingga membuat kalian seolah-olah sedang mengenakan jubah merah. Jika kalian menjawab biru, dia akan mencekik leher kalian hingga wajah kalian berubah menjadi biru dan kalian akan mati lemas karena kekurangan nafas.

    Jangan pernah bertanya tentang warna ketiga. Jika kalian melakukannya, lantai di bawah kalian akan terbuka dan tangan-tangan pucat pasi akan menggapai dan menyeret kalian ke neraka.

    Sebuah cerita hantu di suatu sekolah menceritakan tentang seorang gadis yang mendengar suara datang dari toilet sebelahnya dan berkata, “Apakah kita akan memakai jubah merah?” Dia pun ketakutan dan melarikan diri dengan celana jeansnya masih melorot di sekeliling mata kakinya. Dia bercerita pada gurunya apa yang ia dengar dan polisi pun dipanggil.

    Seorang polisi wanita masuk ke dalam kamar mandi sementara rekan prianya menunggu di luar. Dia mendengar suara yang sama bertanya, “Apakah kita akan memakai jubah merah?” Polisi pria yang mendengarkan di balik pintu mendengar polisi wanita itu menjawab “OK, pakailah!” Tiba-tiba suara teriakan keras terdengar, yang diikuti dengan bunyi pukulan keras. Ketika rekannya membuka pintu kamar mandi, dia menemukan polisi wanita tersebut tewas terbaring di lantai. Kepalanya telah dipotong dan darah di pakaiannya membuatnya terlihat seolah-olah dia sedang mengenakan rompi merah.

    Di Jepang, hantu pembunuh ini dikenal secara bervariasi sebagai “Aka manto“, “Ao manto” atau “Aka hanten, Ao hanten“. Beberapa orang mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu, Aka Manto adalah seorang pemuda yang begitu tampan hingga setiap gadis akan segera jatuh cinta padanya. Dia benar-benar tampan hingga para gadis akan jatuh pingsan jika dia menatap mereka. Ketampanannya begitu menakjubkan hingga dia harus menyembunyikan wajahnya dibalik topeng putih. Pada beberapa waktu, dia menculik seorang gadis cantik dan gadis itu tidak pernah terlihat lagi.

    Dalam versi cerita lain, dia dipanggil sebagai “Red Mantle” atau “Red Cape”. Dia mengintai di berbagai toilet dan bertanya pada kalian apakah kalian ingin jubah merah. Jika kalian menjawab iya, ia akan menebas tubuh bagian atas kalian dan mengupas kulit punggung kalian.

    Dalam versi lain dari legendanya, dia dipanggil “Akai Kami, Aoi Kami (Red Paper, Blue Paper)”. Para gadis yang pergi ke kamar mandi, mendengar suara datang dari jajaran terakhir toilet. Suara itu bertanya, “Apakah kamu mau kertas merah atau kertas biru?” Jika menjawab merah berarti akan mati dengan cara dikuliti hidup-hidup. Jika menjawab biru berarti darah di tubuh kalian akan disedot hingga kering.

    Beberapa versi lainnya melibatkan tangan-tangan penuh darah yang muncul dari dalam toilet dan mencoba menarik kalian, darah akan memancar dari langit-langit, tenggelam dalam genangan darah dan tangan-tangan pucat yang putus dari tubuhnya akan mencekik kalian hingga mati. Dalam versi yang lebih lucu, Jika kalian menjawab “Kuning” maka dia akan memaksa kepala kalian agar turun ke dalam toilet dan membuat kalian mencium bau kencing. Uuugh..!
  • Malam Minggu para Jomblo akan semakin romantis (dan cerdik) dengan aplikasi ciuman

    Malam Minggu emang malamnya untuk berduaan dengan pasangan..

    Bahkan, malam minggu adalah acara yang lebih besar. Ini adalah hari ketika orang-orang mengantri selama berjam-jam untuk menyantap ayam KFC – gak tau kenapa – dan pergi berkencan yang romantis di malam hari. Di Indonesia, malam minggu adalah malam untuk para pasangan. Dan mengingat bahwa Hari Valentine di bulan Februari dan White Day di bulan Maret tidak eksklusif untuk para pasangan – sudah menjadi kebiasaan untuk memberikan cokelat kepada rekan pria atau wanita – maka Malam tersebut adalah waktu yang tepat bagi para pecinta untuk menunjukkan kasih sayang mereka satu sama lain.

    Tetapi bagaimana jika kalian tidak memiliki seseorang yang istimewa (baca : jomblo) untuk hal itu?
    Ada sebuah aplikasi untuk itu.

     Kisu shiyo! (Let’s kiss) adalah sebuah aplikasi Android untuk orang-orang kesepian tapi cerdik di luar sana. Sepintas terlihat seperti aplikasi ramalan, yang sangat populer di kalangan gadis-gadis Jepang. Kalian tunjukkan kepada seorang gadis yang kalian sukai dan beritahu mereka bahwa aplikasi itu akan membuat keinginannya menjadi kenyataan. Yang harus dia lakukan adalah meniup lilin dalam gambarnya.
    Aplikasi ini sebenarnya taktik sehingga kalian kemudian dapat mengambil foto dari gadis imut yang seolah meniup lilin ke arah lensa kamera, yang tentu saja tampak tidak seperti gadis itu siap bagi kalian untuk menanam kecupannya di bibirnya.

    Kalian kemudian memiliki foto yang dapat diingat yang dapat digunakan untuk menghabiskan Malam minggu. Gadis itu tak diragukan lagi akan marah ketika dia mendengar suara kamera ponsel, sehingga pembuat aplikasi ini menyarankan kalian agar tidak lupa untuk memuji gadis itu karena betapa lucunya dia!


    OK, tentu saja tidak, tapi itu adalah cara baru untuk memastikan kalian tidak sendirian di malam minggu.

    Tidak aneh lagi – aplikasi tersebut “diciptakan” oleh warga internet 2ch dan dilihat oleh para pengembang aplikasi Yahoo, yang kemudian dengan cepat mengubahnya menjadi sebuah aplikasi sungguhan.

    sekarang... berbahagialah kalian para Jomblo haha :D

    author :Belia Rizky Lazuardi
  • Copyright © 2014 - K-OS SMKTAG- All Right Reserved

    K - OS SMK-TAG Surabaya Powered by Blogger - Di Desain oleh Johanes Djogan dan Admin SMK-TAG